Blogger Templates

button like

Wednesday, 21 March 2012

TINGKAH LAKU YANG PELIK PADA KUCING~


baby hiro ( Anis Farhana )

Ada beberapa faktor mengenai tingkah laku kucing yang sedikit pelik dari kebiasannya, terutamanya yang terjadi dalam kes ini adalah tingkah lakuyang pelik dalam tingkah laku ketika makan. Sifat ini disebut sebagai kanibalisme. Ada beberapa tingkah laku makan pada kucingsama ada secara normal ataupun tidak normal.

Copropagia
Copropagia adalah tingkah laku dengan memakan kotorannya sendiri.Tapi hal ini adalah normal saat induk kucing dalam mengasuh anak-anaknya saat berumur kurang dari 30 hari, Maksud hal ini adalah sang ibu kucing menstimulasi daerah urogenital sekaligus membersihkan daerah perineum. Saat inilah sang ibu kucing memakan produk-produk buangan anaknya diantaranya feces dan urin. Disamping itu, copropagia bisa menjaga kebersihan dan mengurangi bau pada box/sangkar/ kandang. Tingkah laku ini menjadi tidak biasa apabila sang ibu kucing terus melakukan copropagia setelah anak putus susu.

Kanibalisme/ infantisid
Kanibalisme atau infantisid seringnya menjadi tingkah laku yang normal pada kucing jantan dan betina. sang ibu kucing menjadi kanibal ketika anak gugur, anak yang lahir mati, ataupun anak sangat lemah. Hal ini terjadi untuk mengurangi penyebaran penyakit kepada anak-anak kucing , yang masih sihat, menjaga kandang/box tetap bersih, dan menjaga secara optimal anak-anak kucing yang masih sihat. Dalam kata lain, sang ibu kucing mendapat keuntungan secara nutrisi dari memakan anak yang mati. Kadang-kadang sang ibu kucing akan membunuh anak-anaknya yang masih sihat. Faktor lingkungan yang menyebabkan anak-anak memperlihatkan gejala awal sakitnya ( seperti lemas, tidak aktif, hipertermia atau hipotermia) cenderung terjadinya kanibalisme atau infantisid. Sang ibu kucing yang stress, pemberian makan yang salah,dan kekurangan hormonal turut merupakan faktor dalam hal kanibalisme, sedangkan pengalaman sang ibu kucing tidaklah menjamin untuk tidak terjadinya kanibalisme.

Kucing jantan dalam hal kanibalisme tidak akan pandang bulu untuk membunuh anak kucing dan tidak ada kaitan dengan hal apapun. Hal ini terjadi ketika seekor kucing jantan yang kuat dan punya kuasa memasuki daerah baru dan menemui sang ibu kucing yang sedang menyusui anak-anak kucingnya. Sehingga kejadian ini menjadi hal tidak biasa kerana adanya kehadiran kucing jantan.

Status kesihatan, pengurusan tempat, dan kaedah pemeliharaan perlu ditinjau ulang terhadap induk-induk, terutama pada cattery atau breeder yang sering mengalami kejadian kanibalisme. Kucing jantan sebaiknya jangan dibiarkan memasuki  ke dalam tempat anak² kucing, untuk mengurangi terjadinya infatisid.

Memakan tanaman dan rumput
Memakan tanaman dan rumput adalah tingkah laku yang normal pada kucing. Banyak penjelasan yang dikedepankan untuk tingkah kucing yang makan rumput. Rumput tidak dapat dicerna dalam saluran pencernaan kucing, ini mengakibatkan iritasi lokal dan kadang untuk menstimulasi muntah. Jadi memakan rumput dapat menjadi purgative (ubat pencerna) untuk mengeluarkani bulu² atau bahan-bahan yang tidak tercerna dari dalam badannya.

Respon terhadap catnip
Aroma dari catnip (Nepeto cataria) dapat membuat kelakuan kucing menjadi sedikit liar 5- 15 menit setelah terpaparnya aroma itu. Kucing menjadi keras kepala selama 1 jam atau lebih setelah respon inisiasi dimulai. Ini karena adanya bahan aktif cis-transnepetalactone, yang dapat memberikan aksi seperti zat halusinasi meskipun stimulus saraf pusat berkaitan dengan estrus/ birahi. Respon yang diberikan kucing terhadap catnip dengan cara menggosok-gosokkan kepala dan bergeleng-geleng, berair-liur, menatap, kulit bergetar, berguling-guling, berlompat-lompat. Hanya 50-70% kucing yang menunjukkan tingkah laku ini.

Mengunyah bulu
Termasuk tingkah laku yang abnormal pada kucing.Tingkah laku ini mulai kelihatan ketika pada awal usia remaja kucing, yaitu ketika kucing mulai menjilat, mengisap, mengunyah atau memakan bulu atau bahan-bahan kain. Kucing yang seperti ini, akan mencari bau lanolin atau peluh manusia, atau merupakan kesan dari lanjutan menyusu. Genetik ini kuat pada kucing Siam.


P/s : Sekadar perkongsian.Maaf jika info yg diberikan xjelas.sila betulkan klu ade info yg salah taw."From us With Love"
by : K.P.K~~ :)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment